Oseointegrasi

Fibrointegrasi VS Oseointegrasi

Dunia implan gigi mengenal 2 jenis integrasi ke implan, yaitu:

  1. Fibro-oseo integrasi atau fibrointegrasi
    Integrasi jenis ini didukung oleh Linkow (1970), James (1975), dan Weiss (1986).
  2. Oseointegrasi
    Integrasi jenis ini didukung oleh Branemark, Zarb, and Albrektsson (1985).

1. Fibro-oseointegrasi/ fibrointegrasi

Fibrointegrasi adalah kontak jaringan ke implan dengan perantaraan jaringan kolagen padat dan sehat antara implan dan tulang (AAID (American Academy of Implant Dentistry), 1986). Menurut Weiss, serat-serat kolagen pada antarmuka implan dan tulang adalah membran peri-implan yang punya efek osteogenik. Serat kolagen berawal dari trabekula tulang kanselosa di satu sisi, membelit dan menempel ke implan, dan berujung di trabekulai tulang kanselosa di sisi lain.

Sistem implan jaman dulu selalu punya semacam kapsul yang terbuat dari serat atau semacam antarmuka jaringan serat di seluruh permukaan implan. Lapisan serat ini dianggap sebagai membran peri-implan semu. Membran ini dulu dipercaya memberi efek seperti bantal dan bertindak seperti membran periodontal pada gigi natural. 

Berbeda dari oseointegrasi, fibrointegrasi atau fibro-oseo integrasi
Fibrointegrasi

Kepercayaan tersebut tidak disertai bukti nyata. Kenyataannya, saat implan itu dipakai mengunyah, daya-daya yang diterimanya tidak ditransmisikan melalui serat-serat itu, berbeda dengan gigi natural. Karena itu, pemodelan ulang tidak diharapkan terjadi pada fibrointegrasi. Di samping itu, daya-daya yang diterimanya justru memperluas pengapsulan serat, reaksi inflamasi, dan resorpsi tulang secara bertahap yang justru bisa mengarah ke kegagalan implan. Hal ini menyebabkan teori fibrointegrasi lama-kelamaan mengalami penurunan popularitas dan banyak di antara dokter gigi implan beralih ke teori oseointegrasi.

2. Oseointegrasi

Oseointegrasi terdiri dari oseointegrasi adaptif dan biointegrasi (Meffert et al., 1987). Oseointegrasi adaptif punya jaringan tulang di sekitar permukaan implan tanpa antarmuka jaringan lunak yang jelas pada level mikroskop cahaya. Biointegrasi adalah perlekatan biokimia langsung pada permukaan tulang yang dikonfirmasi pada level mikroskop elektron.

Berbeda dari fibro-oseo integrasi, oseointegrasi mampu mendistribusikan beban vertikal dan sedikit miring secara lebih merata pada tulang-tulang sekitarnya. Untuk memperoleh kesuksesan oseointegrasi, Branemark dan rekan mengusulkan sejumlah faktor sukses. Menurut para pendukung oseointegrasi, lapisan oksida tidak boleh mengalami kontaminasi. Apabila kontaminasi terjadi, maka reaksi inflasi akan terjadi mengikuti kontaminasi itu. Akibatnya, terjadi pembentukan jaringan granulasi.

Selama pengeboran, dokter hendaknya mengontrol panas selama pengeboran menggunakan air banyak-banyak. Hal ini berguna untuk mencegah sintesis basa yang bisa menghalangi proses oseointegrasi. Di samping itu, pendinginan juga berfungsi meminimalisir kematian sel tulang akibat panas agar ketersediaan sel tulang yang hidup tetap terjaga memadai.

Masa 4 minggu terhitung dari waktu penyisipan implan gigi ke dalam tulang rahang adalah periode waktu kritis untuk periode penyembuhan tahap awal. Bila implan menerima beban pada masa ini, maka pegangan tulang yang masih lemah bisa rusak sehingga implan kemungkinan besar akan gagal. Pada masa kritis ini, implan tidak boleh bergerak. Pasien juga dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas-aktivitas berat yang dapat membuat implan bergerak dari tempatnya.

Di antara dua jenis integrasi ini, oseointegrasi didukung oleh bukti materiil yang semakin lama semakin banyak, sedangkan fibrointegrasi kekurangan dukukungan bukti materiil. Dasar dari ilmu adalah bukti, bukan yakin tapi miskin bukti. Oseointegrasi yang kaya bukti akhirnya menarik banyak dokter gigi implan ketimbang fibrointegrasi yang miskin bukti.

Perlu informasi lebih rinci mengenai implan? Silakan telepon saja kami. 

Related tags:
#penentu sukses oseointegrasi implan gigi #mekanisme oseointegrasi #oseointegrasi #fibrointegrasi
Related articles:

Fibrointegrasi VS Oseointegrasi

Fibrointegrasi VS Oseointegrasi

...selengkapnya

Penentu sukses oseointegrasi implan gigi (1)

Penentu sukses oseointegrasi implan gigi (1)

Bahan yang paling banyak dipakai sebagai bahan implan gigi adalah cp-ti (commerc...selengkapnya

Jenis dan Klasifikasi Implan Gigi

Jenis dan Klasifikasi Implan Gigi

...selengkapnya

9 Faktor pendukung oseointegrasi

9 Faktor pendukung oseointegrasi

Faktor pendorong oseointegrasi yang telah diketahui ada 9 (sembilan). Apa sajaka...selengkapnya

7 Faktor penghambat oseointegrasi

7 Faktor penghambat oseointegrasi

...selengkapnya

Klinik Gigi & Implan Jakarta doctor+dentist Layanan umum: (+62)21 2253 9385 (Pos Pengumben) dan +622153654792 (Palmerah) Layanan implan: +6281291668166, PIN BB: 232BAFD6, Email: klinikdoctordentist@gmail.com Alamat: Jl. Pos Pengumben No. 40c Jakarta Barat, Jakarta 11560 Indonesia, Jl. Palmerah Barat No. 108 Jakarta Barat, Jakarta 11480 Indonesia