Biomateri dalam peralatan medis

Biomaterial

Biomateri adalah materi yang berinteraks idengan sistem biologis. Materi ini bisa natural atau sintetis, hidup atau mati, dan bisa terdiri dari banyak komponen ataupun satu komponen. Biomateri bisa dipakai untuk rekayasa jaringan baru dan menerapkan organ buatan. Biomateri atau bahan hayati digunakan dalam peralatan medis atau peralatan-peralatan yang kontak dengan sistem biologis.

Biomateri berhubungan dengan istilah biokompatibilitas. Biokompatibilitas adalah kemampuan materi untuk bertindak dengan respon inang yang tepat dalam penerapan yang spesifik. Biomateri bisa ditanam/ diimplan untuk mengganti atau memperbaiki jaringan yang hilang.

Produk yang dibuat dari biomaterial juga dipakai dalam kedokteran gigi. Contohnya, pengganti tulang (bone substitute), membran kolagen, dan implan gigi. Di bidang ini, biomaterial dipakai untuk augmentasi tulang rahang, seperti pada perawatan bone graft, dan mengganti gigi yang sudah copot, seperti pada perawatan implan gigi.

Biomaterial telah digunakan selama sekurang-kurangnya setengah abad di bidang kedokteran. Bidang biomaterial menggunakan berbagai bidang disiplin ilmu pengetahuan, seperti kedokteran, biologi, kimia, ilmu materi, dan ilmu rekayasa. Biomaterial bisa dibuat dari bahan logam, keramik, polimer, kaca, karbon, dan komposit. Ada pula biomaterial yang dibuat dari organ sapi atau babi. Biomateri yang dibuat dari hewan ini digunakan untuk meningkatkan pembentukan tulang baru atau jaringan lunak baru. Karena punya kemiripan dengan jaringan manusia, biomateri yang terbuat dari organ sapi dan babi cocok untuk pembentukan tulang baru dan penyembuhan jaringan lunak dalam tubuh manusia. Bahan ini bisa berintegrasi dengan jaringan manusia dalam proses penyembuhan dan secara bertahap hancur melalui proses metabolisme dalam tubuh manusia.

Pada umumnya, biomateri dan peralatan medis yang terbuat dari biomateri memberi hasil perawatan yang memuaskan, meningkatkan kualitas hidup pasien, dan bahkan bisa menyelamatkan jiwa pasien yang terancam kematian. Walau begitu, perlu disadari bahwa alat apapun buatan manusia tidak ada yang sempurna. Begitu pula biomateri tidak sempurna. Ada tingkat kekurangberhasilan walaupun sudah ditekan serendah mungkin. Lagipula, manusia punya aneka perbedaan genetik, kimia, lingkungan hidup, dan aktivitas fisik maupun mental. Hal ini memengaruhi tingkat kesuksesan biomateri yang diimplan dalam tubuh manusia. Salah satu contohnya adalah reaksi alergi dan reaksi penolakan tubuh pada bahan implan. Secanggih apapun biomateri, tetap masih ada kemungkinan penolakan oleh tubuh manusia. Teknologi jaman sekarang belum menemukan teknologi yang menjamin 100% tubuh tidak menolak implan. Faktor lain yang berpengaruh adalah pengalaman, pengetahuan, wawasan, dan ketrampilan dokter. Pastikan Anda ditangani oleh dokter berpengalaman dengan pengetahuan mendalam, wawasan luas, dan ketrampilan tepat.

Referensi

http://www.nature.com/subjects/biomaterials; akses 22 Desember 2016

Buddy D. Ratner. An Introduction to Biomaterials. University of Washington Engineered Biomaterials

http://www.geistlich-na.com/en-us/patients/biomaterials/; akses 22 Desember 2016

Related tags:
#biomaterial kedokteran gigi #bahan biomaterial
Related articles:

Bahan biomaterial (2)

Bahan biomaterial (2)

...selengkapnya

Bahan biomaterial (1)

Bahan biomaterial (1)

Bahan biomaterial ada banyak macamnya. Penggunaan bahan-bahan ini bergantung pad...selengkapnya

Biomaterial

Biomaterial

Biomateri adalah materi yang berinteraks idengan sistem biologis. Materi ini bis...selengkapnya

Bahan biomaterial (3)

Bahan biomaterial (3)

...selengkapnya

Reaksi tubuh pada benda asing

Reaksi tubuh pada benda asing

...selengkapnya

Klinik Gigi & Implan Jakarta doctor+dentist Layanan umum: (+62)21 2253 9385 (Pos Pengumben) dan +622153654792 (Palmerah) Layanan implan: +6281291668166, PIN BB: 232BAFD6, Email: klinikdoctordentist@gmail.com Alamat: Jl. Pos Pengumben No. 40c Jakarta Barat, Jakarta 11560 Indonesia, Jl. Palmerah Barat No. 108 Jakarta Barat, Jakarta 11480 Indonesia